ALAT PEMINDAI OTOMATIS MENGGUNAKAN IDENTIFIKASI FREKUENSI RADIO

IPC : G 06 K 7/00
Nomor Permohonan : P00201304576
Tanggal Penerimaan : 19 Nov 2013
Tanggal Pengumuman : 28 Aug 2014
Nama Inventor : Rindra Yusianto, S.Kom, MT (ID)

ABSTRAK

Suatu alat alat pemindai otomatis menggunakan identifikasi frekuensi radio yang bekerja pada frekuensi 13,56 MHz dengan box display berupa LCD Light ukuran 16×2 Char dan catu daya 3A 16V yang dirangkai dalam sebuah box aluminium ukuran panjang 89 mm, lebar 167 mm dan tinggi 205 mm; yang di dalamnya dirangkai microcontroller seri 89S51 yang berfungsi untuk mengirimkan data dan alat identifikasi frekuensi radio seri NLF8112WA dengan jangkauan pembacaan sampai dengan 30 (tiga puluh) cm yang di bagian belakangnya dipasang serial port RS232 female sebagai media input output (I/O) yang dapat digunakan untuk melakukan komunikasi data antara RFID reader dengan database point of sales yang ada di server pada jaringan LAN yang diberi catu daya 3 A 16V yang dikendalikan oleh saklar dan dihubungkan dengan LCD Light 16×2 Char yang berfungsi untuk menampilkan informasi hasil pindai.

rfid

Gambar 1. RFID Reader

rfidumum

Gambar 2. Pengumuman Paten

Dokumentasi Produk :

poster

rfidalat

rfidalat1

Detail :

ALAT PEMINDAI OTOMATIS MENGGUNAKAN IDENTIFIKASI FREKUENSI RADIO 

Latar Belakang Invensi

Menurut Mohammad (2007) dalam Yusianto (2011), pemanfaatan teknologi informasi selain dapat digunakan sebagai media otomatisasi data dan akurasi informasi, juga memungkinkan adanya koordinasi antar bagian, menyederhanakan proses, serta mempermudah kontrol dan perencanaan bisnis. Pemanfaatan teknologi informasi, dalam hal ini RFID sebagai alat pindai otomatis yang berfungsi sebagai media input data dalam rangkaian aktivitas sistem distribusi mampu membaca data barang dan merubah stok akhir yang pada akhirnya akan mengirimkan database point of sales ke bagian gudang. Pembacaan data dengan menggunakan RFID lebih baik daripada barcode, karena bisa dari berbagai arah tanpa penempatan yang presisi. Untuk keperluan akurasi informasi maka pada rangkaian alat pindai ini dipasang box display LCD Light 16 x 2 Char. Ketika stok sudah mencapai titik minimal, teknologi ini memungkinkan secara otomatis mengirim informasi ke bagian gudang. Jika stok di gudang juga mencapai titik minimal maka sistem ini memungkinkan mengirim informasi secara otomatis ke pusat distribusi.
Invensi berkenaan dengan alat pemindai otomatis menggunakan identifikasi frekuensi radio yang sudah dilakukan, diantaranya Paten WO 2002063545 A2, dijelaskan bahwa alat pemindai otomatis menggunakan Radio Frequency Identification (RFID) reader portable (genggam) digunakan untuk mengambil informasi yang berasal dari barcodeyang ditempatkan pada tag detacher. Display dirancang menjadi satu bagian dengan reader. Pembacaan data dilakukan dalam posisi sejajar sebagaimana pembacaan barcode konvensional, setelah pembacaan maka readerakan menyajikan informasi  hasil pindai. Dalam invensi ini pembacaan masih Light of Sight (LoS) sehingga readertidak bisa membaca dari berbagai arah. Invensi lain berjudul Radio frequency identification (RFID) payment terminal with display-embedded RFID antenna, No. Paten : US8220719 B2, dijelaskan bahwa RFID dirancang sebagai alat pindai otomatis yang digunakan untuk keperluan informasi transaksional secara lebih efektif dengan menggunakangraphically display dengan ukuran pixels yang terhubung dengan magnetic field. Dalam invensi ini menggunakan display dengan ukuran pixels. Sedangkan invensi dengan No. Paten : EP2318916 A1  dengan judul Rfid-based active labeling system for telecommunication systems, menjelaskan bahwa komponen informasi pemindai berbasis RFID dapat mentransfer data pada tag dan mengaktifkan label device. Aktivasi ini secara otomatis akan mengoperasikan database unit yang terhubung dengan RF reader dan computer display. Invensi ini juga menggunakan display komputer untuk menampilkan informasi hasil pembacaan RF reader.
Invensi berkenaan dengan pemanfaatan catu daya pada alat pemindai otomatis berbasis frekuensi radio No. Paten : EP2126793 B1 dengan judul Power supply control method for radio-frequency identification reader in mobile terminal. Dalam invensi ini dijelaskan bahwa metode catu daya yang digunakan dalam alat pindai berbasis frekuensi radio ini dibuat secara otomatis. Ada 2 menu utama yang bisa di maintenance dalam pemanfaatan catu daya pada invensi ini. Pertama, RFID dibuat standby mode. Dalam kondisi ini alat pindai tidak aktif dan catu daya tidak akan bekerja (standby mode). Karena tidak mendapat catu daya, maka secara otomatis display tidak aktif (sleep mode). Kedua, RFID dengan read mode dimana RFID akan mendapatkan suplai dari catu daya. Tidak dijelaskan catu daya yang digunakan.
Sedangkan dalam invensi ini, RFID sebagai alat pemindai otomatis menggunakan identifikasi frekuensi radio dengan box display LCD Light 16 x 2 Char dan catu daya 3A 16V. Rancangan RFID pada invensi ini dibuat simpel namun memiliki fungsi yang optimal yaitu terdiri dari pemindai otomatis berupa RFID dengan koneksi Serial Port RS232 dan catu daya 3A 16V. Pada rangkaian RFID dipasang box display LCD Light 16 x 2 Char yang diintegrasikan dengan database. RFID reader berfungsi sebagai pembaca tag dirangkai dengan microcontroller seri 89S51.Microcontroller digunakan untuk mengambil data dalam bentuk bilangan biner kemudian dikonversi menjadi kode ASCII dan dimunculkan di box display LCD Light 16 x 2 Char. Fungsi LCD ini untuk menampilkan serial number yang dipancarkan tag. Selain itu, microcontroller ini juga berfungsi untuk mengirimkan data ke Serial Port RS232 yang berfungsi sebagai media input output (I/O). Komunikasi data dari RFID secara teknis dikirim melalui Serial Port RS232 dengan koneksi USB to Serial RS232 HL-340. Untuk dapat dioperasikan, RFID diberikan catu daya  3A 16V. Catu daya dirancang khusus untuk mensupport daya RFID. Tegangan 16V disuplaikan ke RFID melalui port power. Setelah diberi catu daya maka RFID secara otomatis akan bekerja pada frekuensi 13,56 MHz.

Ringkasan Invensi

Invensi ini berhubungan dengan alat pemindai otomatis yang dirangkai dalam sebuah box aluminium ukuran panjang 89 mm, lebar 167 mm dan tinggi 205 mm berisi rangkaian microcontroller seri 89S51 dan alat identifikasi frekuensi radio seri NLF8112WA dengan jangkauan 30 cm yang di bagian belakangnya dipasang serial port RS232female yang digunakan untuk mengkoneksikan device dengan database point of sales yang diberi catu daya 3A 16Vyang dikendalikan oleh saklar dan dihubungkan dengan box display LCD Light 16 x 2 Char yang berfungsi untuk menampilkan informasi hasil pindai.
Suatu lilitan penguat (B) sesuai invensi ini dengan bentuk lilutan persegi empat dan dililit memutar; untuk menghindari hambatan di pasang di bagian luar box aluminum (G) tepat di bawah dan sejajar dengan box display LCD 16 x 2 Char (A). Media input output (I/O) dalam bentuk serial port RS232 female (D), sejumlah 1 (satu) buah dan dipasang secara permanen pada bagian belakang box alumninium (G).

Uraian Lengkap Invensi

Sebagaimana telah dikemukakan pada latar belakang invensi bahwa pemanfaatan teknologi informasi selain dapat digunakan sebagai media otomatisasi data dan akurasi informasi, juga memungkinkan adanya koordinasi antar bagian, menyederhanakan proses, serta mempermudah kontrol dan perencanaan bisnis. Pemanfaatan teknologi informasi, dalam hal ini RFID sebagai alat pindai otomatis yang berfungsi sebagai media input data dalam rangkaian aktivitas sistem distribusi mampu membaca data barang dan merubah stok akhir yang pada akhirnya akan mengirimkan database point of sales dalam jaringan LAN ke bagian gudang. Pembacaan data dengan menggunakan RFID lebih baik daripada barcode konvensional, karena bisa dari berbagai arah tanpa penempatan yang presisi sehingga mengoptimalkan fungsi kasir.
Mengacu pada Gambar 1, yang memperlihatkan suatu alat pemindai otomatis  menggunakan identifikasi frekuensi radio dengan box display LCD Light ukuran 16 x 2 Char dan catu daya 3A 16V tampak depan sesuai dengan invensi ini. Box display LCD ukuran 16 x 2 Char (A) dipasang dibagian tengah box aluminium (G) seperti invensi yang diusulkan agar mudah dalam menampilkan informasi hasil pindai. Untuk menguatkan sinyal alat identifikasi frekuensi radio (B) dipasang lilitan kabel penguat di bawah LCD Light (A).  Pada Gambar 1, memperlihatkan suatu alat pemindai otomatis  menggunakan identifikasi frekuensi radio tampak belakang sesuai dengan invensi ini. Serial port RS232female (D) dipasang di bagian belakang bawah box alumninium (G) sebagai media input output (I/O) yang dapat digunakan untuk melakukan komunikasi data yang diberi catu daya dari kabel power (E) dan dikendalikan oleh saklar (C). Mengacu Gambar 1, memperlihatkan suatu alat pemindai otomatis  tampak dalam sesuai dengan invensi ini.Tegangan yang dibutuhkan alat pemindai otomatis sesuai invensi ini adalah 16V sehingga untuk menurunkan tegangan ditambahkan trafo step down (F). Hal ini dilakukan untuk menurunkan tegangan 220 Volt menjadi 16 Volt sesuai kebutuhan RFID. Tegangan 220V akan di ubah menjadi 16V kemudian akan disuplaikan ke RFID melalui port power (H). Setelah diberi catu daya maka RFID secara otomatis akan bekerja pada frekuensi 13,56 MHz.
Invensi ini memiliki perbedaan yang sangat mencolok dibandingkan dengan invensi sebelumnya, yaitu alat pemindai ini dapat membaca tag dari berbagai arah dengan jangkauan 30 cm tanpa harus sejajar antara readerdengan tag, display yang digunakan untuk menampilkan informasi hasil pindai menggunakan Box Display LCD Light 16 x 2 Char dan untuk mensuplai tegangan menggunakan catu daya 3A 16V serta untuk komunikasi data dengan database point of sales menggunakan serial port RS232 female.

Publikasi Lain :
http://hariansemarangeducation.blogspot.com/2012/04/udinus-kembangkan-pengganti-barcode.html
http://simlitabmas.dikti.go.id/fileUpload/pengumuman/Lampiran-SK-UBER-HKI-2013-rev.pdf

LINK LAIN :
http://dinus.ac.id/

Info selengkapnya : Rindra Yusianto HP. 085740650190 

ALAT PENGENDALI HAMA WERENG COKLAT DENGAN BALING-BALING MEKANIK DAN CORONG PENYEDOT

IPC : A 01 M 1/00
Nomor Permohonan : P00201201022
Tanggal Penerimaan : 26 Nov 2012
Tanggal Pengumuman : 30 May 2013
Nama Inventor : Rindra Yusianto, S.Kom, MT (ID), Satria Pinandita

ABSTRAK

Suatu alat pengendali hama wereng coklat secara mekanik dengan baling-baling kipas aluminum dan corong pcnyedot berupa kcrucut yang dikelilingi 5 (lima) buah lampu berwarna merah, hijau, kuning, putih, dan biru pada bagian dalamnya, dimana posisi dan pengaturan warna secara bcrurutan melingkar dengan 4 (empat) buah motion sensor yang memanfaatkan kesukaan hama wereng coklat terhadap cahaya lampu; yang dihubungkan dengan pipa paralon scpanjang minimal 30 (tiga puluh) cm dan maksimal 100 (seratus) cm berbentuk leher angsa dengan katup penutup yang memiliki tebal plat 1 (satu) mm dibagian tengahnya. Motion sensor berfungsi untuk mcndeteksi gerakan hama wereng coklat dan secara otomatis akan menyalakan dinamo 12 volt yang berfungsi untuk memutar mekanik baling-baling kipas dan menyedot udara dari luar masuk ke dalam kotak penampung hama berbentuk kotak persegi panjang yang dibagian belakangnya dipasang tabling vacuum dan accu sebagai sumber tegangan.

wereng-

Gambar 1. Alat Pengendali Hama Tampak Samping

umumwereng-

Gambar 2. Pengumuman Paten

Dokumentasi Produk :

Genuk-20141125-00086 pameran4 pameran5 Semarang Tengah-20141125-00099

Detail :

 

ALAT PENGENDALI HAMA WERENG COKLAT DENGAN BALING-BALING MEKANIK DAN CORONG PENYEDOT

 

Latar Belakang Invensi

Alat pertanian saat ini masih dominan menggunakan alat semprot pestisida dalam mengendalikan hama wereng coklat, padahal sistem pertanian organik yang digalakan pemerintah, mensyaratkan tidak diperbolehkan penggunaan bahan kimia baik pupuk maupun pestisida. Berdasarkan hal tersebut maka pemakaian alat pengendali hama wereng coklat tanpa pestisida sangat terbuka. Penggunaan alat pertanian yang ramah lingkungan ini akan menghasilkan bahan pangan yang aman bagi kesehatan, sekaligus mengurangi kerusakan ekosistem lingkungan.
Salah satu indikator keberhasilan dalam rancang bangun alat pengendali hama wereng coklat adalah kemampuan menekan populasi wereng coklat sampai dengan 75% (Baehaki, 2010) tanpa menggunakan pestisida.Secara umum, sistem kerja alat pengendali hama wereng coklat terdiri dari 4 (empat) komponen utama, yaitu (1) Corong; (2) Lampu Perangkap (Light trap); (3) Kantong Plastik; (4) Rangka Atap Seng. Prinsip kerja dari sistem alat pengendali hama adalah sebagai berikut; Lampu perangkap dipasang pada titik pusat corong yang berfungsi untuk menarik hama pada waktu malam hari. Di bagian bawah corong dipasang kantong plastik sebagai penampung hama. Corong dilindungi oleh rangka atas seng untuk menghindari tiupan angin dan hujan.
Sampai saat ini, khalayak luas khususnya petani beranggapan bahwa sistem kerja ini merupakan sistem kerja yang paling efektif. Ada 3 (tiga) hal yang sebenarnya bisa lebih dioptimalkan lagi dari sistem tersebut, yaitu (1) corong yang memiliki kemampuan menyedot hama; (2) penampung hama dengan pipa paralon dan katup penutup otomatis; dan (3) motion sensor yang mampu menggerakkan baling-baling mekanik penyedot secara otomatis. Alat yang ada saat ini tidak mampu secara otomatis menyedot hama yang mendekati lampu, sehingga memungkinkan hama lepas dari perangkap.

Ringkasan Invensi

Suatu alat pengendali hama wereng coklat secara mekanik dengan baling-baling kipas aluminum dan corong penyedot berlampu dengan motion sensor

yang memanfaatkan kesukaan hama wereng coklat terhadap cahaya lampu; yang dihubungkan dengan pipa paralon;motion sensor berfungsi untuk mendeteksi gerakan hama wereng coklat dan secara otomatis akan menyalakan dinamo 12 volt yang berfungsi untuk memutar mekanik baling-baling kipas dan menyedot udara dari luar masuk ke dalam kotak penampung hama.

Uraian Lengkap Invensi

Sebagaimana telah dikemukan pada latar belakang invensi bahwa salah satu indikator keberhasilan dalam rancang bangun alat pengendali hama wereng coklat adalah kemampuan menekan populasi wereng coklat sampai dengan 75% tanpa menggunakan pestisida. Saat ini, sebagian besar petani padi masih menggunakan alat semprot.Pemakaian pestisida, dibalik manfaatnya yang besar bagi peningkatan produksi pertanian juga terselubung bahaya yang mengerikan. Bahaya pestisida semakin nyata dirasakan masyarakat, terlebih akibat penggunaan pestisida yang tidak bijaksana. Kerugian berupa timbulnya dampak buruk penggunaan pestisida, dapat dikelompokkan atas 3 bagian : (1) Pestisida berpengaruh negatip terhadap kesehatan manusia, (2) Pestisida berpengaruh buruk terhadap kualitas lingkungan, dan (3) Pestisida meningkatkan perkembangan populasi jasad penganggu tanaman.
Mengacu pada Gambar 1, yang memperlihatkan suatu alat pengendali hama wereng coklat dengan baling-baling mekanik dan corong penyedot berlampu tampak depan sesuai dengan invensi ini. Corong penyedot berbentuk kerucut dengan lampu dipasang dibagian dalam mengelilingi corong (G) seperti invensi yang diusulkan akan menarik hama wereng coklat. Wereng tersedot masuk ke dalam kotak penampung hama (B) melalui pipa paralon (E) sesaat setelah motion sensor (F) memberikan sinyal dan mengaktifkan tombol (A) yang mampu menyalakan dinamo 12 volt dan menggerakan mekanik baling-baling kipas aluminium yang berada satu kotak dengan kotak penampung hama (B).  Penambahan 2 (dua) buah tali (C) pada kotak penampung hama (B) dimaksukan untuk mempermudah mobilitas alat dan memungkinkan dapat dipakai di punggung petani. Untuk menghindari keluarnya hama wereng dari dalam kota penampung, maka pipa paralon (E) dibuat menyerupai leher angsa dan ditambahkan katup penutup (D) pada pipa paralon (E).
Invensi ini memiliki perbedaan yang sangat mencolok dibandingkan dengan alat pengendali hama wereng coklat yang ada di pasaran atau yang dikenal oleh masyarakat luas. Yaitu alat ini sama sekali tidak menggunakan pestisida, namun lebih memanfaatkan kelemahan hama wereng coklat yang sangat sensitif terhadap cahaya lampu.

 

       

Publikasi Lain :
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/12/22/209450/Udinus-Patenkan-Pengendali-Hama-dengan-Baling-baling-

LINK LAIN :
http://dinus.ac.id/

Info selengkapnya : Rindra Yusianto HP. 085740650190 

ALAT TANAM BENIH JAGUNG DENGAN TUAS PENGUNGKIT DAN MEKANIK PEMBUAT LUBANG

IPC : A 01 B 1/00;A 01 C 5/02
Nomor Permohonan : P00201100886
Tanggal Penerimaan : 16 Dec 2011
Tanggal Pengumuman : 25 Jul 2013
Nama Inventor : Rindra Yusianto, S.Kom, MT (ID), Taufiq Agus Kurniawan, ST (ID)

ABSTRAK

Suatu alat tanam benih jagung dengan tuas pengungkit pada pegangan yang menghasilkan daya tarik dan dorong yang lebih besar untuk mengangkat dan menekan 4 (empat) buah pipa besi penumbuk berbentuk peluru dengan ujung ulir dengan ketinggian ulir tertentu, ulir dimaksudkan untuk memberikan daya bongkar yang lebih besar; yang pada ujung ulirnya dibuat runcing yang berfungsi untuk melubangi tanah; tuas pengungkit mampu membuka katup penutup pada kotak penampung benih dengan kapasitas tertentu setidaknya berisi 500 benih jagung pada main machine kemudian menutup katup kembali. Tuas pengungkit dapat menghasilkan daya dorong yang lebih maksimal untuk mengalirkan benih jagung ke dalam 4 (empat) buah pipa sekaligus. Ujung pipa secara otomatis menutup lubang dengan gesekan pada tanah; pada main machine dipasang 2 (dua) buah roda dengan tinggi seimbang dengan panjang pipa besi, dimaksudkan untuk mempermudah pergerakan.

gambar 1 besar
Gambar 1. Alat Tanam Benih Tampak Samping

pengumuman-

Gambar 2. Pengumuman Paten

Dokumentasi Produk :

Foto029

Foto047

Foto048

Foto049

Detail :

ALAT TANAM BENIH JAGUNG DENGAN TUAS PENGUNGKIT DAN MEKANIK PEMBUAT LUBANG

Latar Belakang Invensi

          Salah satu indikator keberhasilan dalam rancang bangun alat tanam benih adalah kombinasi antara satu atau beberapa petani dengan sebuah alat dimana satu dengan lainnya akan saling berinteraksi untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang efektif sesuai dengan keinginan (Setyaningrum dkk, 2008). Dan parameter utama yang sangat menentukan terhadap efektivitas alat tersebut adalah faktor ergonomi.
Secara umum, sistem kerja tanam benih terdiri dari 3 (tiga) komponen utama, yaitu (1) Alat Utama (main machine); (2) Tombol Penekan; (3) Katup. Prinsip kerja dari sistem alat tanam benih adalah sebagai berikut; Main machine yang berupa tongkat pipa besi berisi sejumlah benih jagung di dalamnya melubangi tanah dengan kedalaman tertentu dengan ujungnya yang runcing. Dengan menekan tombol penekan pada pangkal main mechine maka katup penutup yang kurang lebih 5 cm berada di atas ujung yang runcing akan membuka secara otomatis. Dengan tekanan pada tombol penekan, maka pegas dengan pipa yang lebih kecil yang berada di dalam pipa utama pada main machine akan mendorong sebuah benih jagung. Benih jagung ini akan mengalir melalui pipa besi kemudian jatuh pada lubang tanah tersebut.
Sampai saat ini, khalayak luas khususnya petani beranggapan bahwa sistem kerja ini merupakan sistem kerja yang paling efektif pada saat menanam benih jagung. Dimana dari sisi ergonomis, petani juga sudah tidak perlu lagi membungkuk. Waktu yang dibutuhkan untuk menanam benih jagung relatif sangat tergantung dari luas ladang yang akan ditanami. Ada 3 (tiga) hal yang sebenarnya bisa lebih dioptimalkan lagi dari sistem tersebut, yaitu (1) jumlah benih jagung yang keluar dari katup; (2) kapasitas penampung benih pada main machine; dan (3) penutup  tanah yang terotomasi. Alat yang ada saat ini tidak memungkinkan menanam jagung lebih dari satu benih dalam sekali aktivitas penekanan tombol penekan. Jika dilihat dari sisi studi gerak dan waktu, maka ada 2 (dua) gerakan yang sebenarnya bisa dijadikan 1 gerakan saja dalam 1 kali aktivitas, yaitu (1) menekan tombol tekan; dan (2) menutup lubang dengan tanah.

Ringkasan Invensi

Suatu alat tanam benih jagung dengan tuas pengungkit pada pegangan yang menghasilkan daya tarik dan dorong yang lebih besar untuk mengangkat dan menekan mekanik yang terdiri dari 4 (empat) buah pipa besi penumbuk berbentuk peluru dengan ujung ulir dengan ketinggian ulir tertentu, ulir dimaksudkan untuk memberikan daya bongkar yang lebih besar; yang pada ujung ulirnya dibuat runcing yang berfungsi untuk melubangi tanah; tuas pengungkit mampu membuka katup penutup pada box dengan kapasitas tertentu setidaknya berisi 500 benih jagung pada main machine kemudian menutup katup kembali. Tuas pengungkit dapat menghasilkan daya dorong yang lebih maksimal untuk mengalirkan benih jagung ke dalam 4 (empat) buah pipa sekaligus. Ujung pipa secara otomatis menutup lubang dengan gesekan pada tanah; pada main machine dipasang 2 (dua) buah roda dengan tinggi seimbang dengan panjang pipa besi, dimaksudkan untuk mempermudah pergerakan.

Uraian Lengkap Invensi

          Sebagaimana telah dikemukan pada latar belakang invensi bahwa salah satu indikator keberhasilan dalam rancang bangunalat tanam benih adalah kombinasi antara satu atau beberapa petani dengan sebuah alat dimana satu dengan lainnya akan saling berinteraksi untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang efektif sesuai dengan keinginan. Dimana secara umum, sistem kerja tanam benih jagung yang saat ini ada terdiri dari 3 (tiga) komponen utama, yaitu (1) Alat Utama (main machine); (2) Tombol Penekan; (3) Katup.   Dalam latar belakang juga dijelaskan ada 3 (tiga) hal yang sebenarnya bisa lebih dioptimalkan dari sistem tersebut, yaitu (1) jumlah benih jagung yang keluar dari katup; (2) kapasitas penampung benih;  (3) penutup  tanah yang terotomasi. Jika dilihat dari sisi studi gerak dan waktu, maka ada 2 gerakan yang sebenarnya bisa dijadikan 1 (satu) gerakan saja dalam 1 (satu) kali aktivitas, yaitu (1) menekan tombol tekan; dan (2) menutup lubang dengan tanah.
Mengacu pada Gambar 1, yang memperlihatkan suatu alat tanam benih tampang samping sesuai dengan invensi ini. Tuas pengungkit seperti invensi yang diusulkan adalah mengkondisikan mekanik pipa besi penumbuk berulir dengan ujung runcing yang mirip peluru (C) bisa mengangkat dan menekan ke bawah serta kotak tempat benih (E) dengan katup pada bagian bawahnya mampu membuka dan menutup. Pengkondisian yang dimaksudkan adalah dengan memasang tuas pengungkit (B) yang terbuat dari besi dengan dilapisi spons berbentuk seperti pegangan rem pada sepeda secara berpasangan pada pegangan kanan dan kiri dari rangka utama (A).
Penambahan sepasang tuas pengungkit (B) berbentuk seperti pegangan rem ini bertujuan untuk memberikan daya angkat dan dorong yang lebih besar terhadap pipa besi penumbuk (C) dan membuka tutup katup pada kotak penampung benih (E) untuk kemudian mengarahkan aliran benih jagung menuju pipa benih (D) yang melintasi bagian/daerah rangka utama (A) tersebut, agar lebih seragam (uniform) dan memiliki percepatan (akselerasi) yang lebih besar. Dengan kedua kondisi tersebut, maka aliran benih jagung pada pipa benih (D) menjadi lebih baik dan lebih cepat, apabila dibandingkan dengan hanya melakukan penekanan melalui pegas dengan pipa kecil di dalamnya.
Invensi ini memiliki perbedaan yang sangat mencolok dibandingkan dengan alat tanam benih yang ada di pasaran atau yang dikenal oleh masyarakat luas. Yaitu pada keberadaan sepasang tuas pengungkit pada pangkal pegangan yang mirip dengan pegangan rem pada sepeda.

Publikasi Lain :
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_smg/2012/02/06/108771/Udinus-Daftarkan-Dua-Paten

LINK LAIN :
http://dinus.ac.id/
Info selengkapnya : Rindra Yusianto HP. 085740650190