ALAT PEMINDAI OTOMATIS MENGGUNAKAN IDENTIFIKASI FREKUENSI RADIO

IPC : G 06 K 7/00
Nomor Permohonan : P00201304576
Tanggal Penerimaan : 19 Nov 2013
Tanggal Pengumuman : 28 Aug 2014
Nama Inventor : Rindra Yusianto, S.Kom, MT (ID)

ABSTRAK

Suatu alat alat pemindai otomatis menggunakan identifikasi frekuensi radio yang bekerja pada frekuensi 13,56 MHz dengan box display berupa LCD Light ukuran 16×2 Char dan catu daya 3A 16V yang dirangkai dalam sebuah box aluminium ukuran panjang 89 mm, lebar 167 mm dan tinggi 205 mm; yang di dalamnya dirangkai microcontroller seri 89S51 yang berfungsi untuk mengirimkan data dan alat identifikasi frekuensi radio seri NLF8112WA dengan jangkauan pembacaan sampai dengan 30 (tiga puluh) cm yang di bagian belakangnya dipasang serial port RS232 female sebagai media input output (I/O) yang dapat digunakan untuk melakukan komunikasi data antara RFID reader dengan database point of sales yang ada di server pada jaringan LAN yang diberi catu daya 3 A 16V yang dikendalikan oleh saklar dan dihubungkan dengan LCD Light 16×2 Char yang berfungsi untuk menampilkan informasi hasil pindai.

rfid

Gambar 1. RFID Reader

rfidumum

Gambar 2. Pengumuman Paten

Dokumentasi Produk :

poster

rfidalat

rfidalat1

Detail :

ALAT PEMINDAI OTOMATIS MENGGUNAKAN IDENTIFIKASI FREKUENSI RADIO 

Latar Belakang Invensi

Menurut Mohammad (2007) dalam Yusianto (2011), pemanfaatan teknologi informasi selain dapat digunakan sebagai media otomatisasi data dan akurasi informasi, juga memungkinkan adanya koordinasi antar bagian, menyederhanakan proses, serta mempermudah kontrol dan perencanaan bisnis. Pemanfaatan teknologi informasi, dalam hal ini RFID sebagai alat pindai otomatis yang berfungsi sebagai media input data dalam rangkaian aktivitas sistem distribusi mampu membaca data barang dan merubah stok akhir yang pada akhirnya akan mengirimkan database point of sales ke bagian gudang. Pembacaan data dengan menggunakan RFID lebih baik daripada barcode, karena bisa dari berbagai arah tanpa penempatan yang presisi. Untuk keperluan akurasi informasi maka pada rangkaian alat pindai ini dipasang box display LCD Light 16 x 2 Char. Ketika stok sudah mencapai titik minimal, teknologi ini memungkinkan secara otomatis mengirim informasi ke bagian gudang. Jika stok di gudang juga mencapai titik minimal maka sistem ini memungkinkan mengirim informasi secara otomatis ke pusat distribusi.
Invensi berkenaan dengan alat pemindai otomatis menggunakan identifikasi frekuensi radio yang sudah dilakukan, diantaranya Paten WO 2002063545 A2, dijelaskan bahwa alat pemindai otomatis menggunakan Radio Frequency Identification (RFID) reader portable (genggam) digunakan untuk mengambil informasi yang berasal dari barcodeyang ditempatkan pada tag detacher. Display dirancang menjadi satu bagian dengan reader. Pembacaan data dilakukan dalam posisi sejajar sebagaimana pembacaan barcode konvensional, setelah pembacaan maka readerakan menyajikan informasi  hasil pindai. Dalam invensi ini pembacaan masih Light of Sight (LoS) sehingga readertidak bisa membaca dari berbagai arah. Invensi lain berjudul Radio frequency identification (RFID) payment terminal with display-embedded RFID antenna, No. Paten : US8220719 B2, dijelaskan bahwa RFID dirancang sebagai alat pindai otomatis yang digunakan untuk keperluan informasi transaksional secara lebih efektif dengan menggunakangraphically display dengan ukuran pixels yang terhubung dengan magnetic field. Dalam invensi ini menggunakan display dengan ukuran pixels. Sedangkan invensi dengan No. Paten : EP2318916 A1  dengan judul Rfid-based active labeling system for telecommunication systems, menjelaskan bahwa komponen informasi pemindai berbasis RFID dapat mentransfer data pada tag dan mengaktifkan label device. Aktivasi ini secara otomatis akan mengoperasikan database unit yang terhubung dengan RF reader dan computer display. Invensi ini juga menggunakan display komputer untuk menampilkan informasi hasil pembacaan RF reader.
Invensi berkenaan dengan pemanfaatan catu daya pada alat pemindai otomatis berbasis frekuensi radio No. Paten : EP2126793 B1 dengan judul Power supply control method for radio-frequency identification reader in mobile terminal. Dalam invensi ini dijelaskan bahwa metode catu daya yang digunakan dalam alat pindai berbasis frekuensi radio ini dibuat secara otomatis. Ada 2 menu utama yang bisa di maintenance dalam pemanfaatan catu daya pada invensi ini. Pertama, RFID dibuat standby mode. Dalam kondisi ini alat pindai tidak aktif dan catu daya tidak akan bekerja (standby mode). Karena tidak mendapat catu daya, maka secara otomatis display tidak aktif (sleep mode). Kedua, RFID dengan read mode dimana RFID akan mendapatkan suplai dari catu daya. Tidak dijelaskan catu daya yang digunakan.
Sedangkan dalam invensi ini, RFID sebagai alat pemindai otomatis menggunakan identifikasi frekuensi radio dengan box display LCD Light 16 x 2 Char dan catu daya 3A 16V. Rancangan RFID pada invensi ini dibuat simpel namun memiliki fungsi yang optimal yaitu terdiri dari pemindai otomatis berupa RFID dengan koneksi Serial Port RS232 dan catu daya 3A 16V. Pada rangkaian RFID dipasang box display LCD Light 16 x 2 Char yang diintegrasikan dengan database. RFID reader berfungsi sebagai pembaca tag dirangkai dengan microcontroller seri 89S51.Microcontroller digunakan untuk mengambil data dalam bentuk bilangan biner kemudian dikonversi menjadi kode ASCII dan dimunculkan di box display LCD Light 16 x 2 Char. Fungsi LCD ini untuk menampilkan serial number yang dipancarkan tag. Selain itu, microcontroller ini juga berfungsi untuk mengirimkan data ke Serial Port RS232 yang berfungsi sebagai media input output (I/O). Komunikasi data dari RFID secara teknis dikirim melalui Serial Port RS232 dengan koneksi USB to Serial RS232 HL-340. Untuk dapat dioperasikan, RFID diberikan catu daya  3A 16V. Catu daya dirancang khusus untuk mensupport daya RFID. Tegangan 16V disuplaikan ke RFID melalui port power. Setelah diberi catu daya maka RFID secara otomatis akan bekerja pada frekuensi 13,56 MHz.

Ringkasan Invensi

Invensi ini berhubungan dengan alat pemindai otomatis yang dirangkai dalam sebuah box aluminium ukuran panjang 89 mm, lebar 167 mm dan tinggi 205 mm berisi rangkaian microcontroller seri 89S51 dan alat identifikasi frekuensi radio seri NLF8112WA dengan jangkauan 30 cm yang di bagian belakangnya dipasang serial port RS232female yang digunakan untuk mengkoneksikan device dengan database point of sales yang diberi catu daya 3A 16Vyang dikendalikan oleh saklar dan dihubungkan dengan box display LCD Light 16 x 2 Char yang berfungsi untuk menampilkan informasi hasil pindai.
Suatu lilitan penguat (B) sesuai invensi ini dengan bentuk lilutan persegi empat dan dililit memutar; untuk menghindari hambatan di pasang di bagian luar box aluminum (G) tepat di bawah dan sejajar dengan box display LCD 16 x 2 Char (A). Media input output (I/O) dalam bentuk serial port RS232 female (D), sejumlah 1 (satu) buah dan dipasang secara permanen pada bagian belakang box alumninium (G).

Uraian Lengkap Invensi

Sebagaimana telah dikemukakan pada latar belakang invensi bahwa pemanfaatan teknologi informasi selain dapat digunakan sebagai media otomatisasi data dan akurasi informasi, juga memungkinkan adanya koordinasi antar bagian, menyederhanakan proses, serta mempermudah kontrol dan perencanaan bisnis. Pemanfaatan teknologi informasi, dalam hal ini RFID sebagai alat pindai otomatis yang berfungsi sebagai media input data dalam rangkaian aktivitas sistem distribusi mampu membaca data barang dan merubah stok akhir yang pada akhirnya akan mengirimkan database point of sales dalam jaringan LAN ke bagian gudang. Pembacaan data dengan menggunakan RFID lebih baik daripada barcode konvensional, karena bisa dari berbagai arah tanpa penempatan yang presisi sehingga mengoptimalkan fungsi kasir.
Mengacu pada Gambar 1, yang memperlihatkan suatu alat pemindai otomatis  menggunakan identifikasi frekuensi radio dengan box display LCD Light ukuran 16 x 2 Char dan catu daya 3A 16V tampak depan sesuai dengan invensi ini. Box display LCD ukuran 16 x 2 Char (A) dipasang dibagian tengah box aluminium (G) seperti invensi yang diusulkan agar mudah dalam menampilkan informasi hasil pindai. Untuk menguatkan sinyal alat identifikasi frekuensi radio (B) dipasang lilitan kabel penguat di bawah LCD Light (A).  Pada Gambar 1, memperlihatkan suatu alat pemindai otomatis  menggunakan identifikasi frekuensi radio tampak belakang sesuai dengan invensi ini. Serial port RS232female (D) dipasang di bagian belakang bawah box alumninium (G) sebagai media input output (I/O) yang dapat digunakan untuk melakukan komunikasi data yang diberi catu daya dari kabel power (E) dan dikendalikan oleh saklar (C). Mengacu Gambar 1, memperlihatkan suatu alat pemindai otomatis  tampak dalam sesuai dengan invensi ini.Tegangan yang dibutuhkan alat pemindai otomatis sesuai invensi ini adalah 16V sehingga untuk menurunkan tegangan ditambahkan trafo step down (F). Hal ini dilakukan untuk menurunkan tegangan 220 Volt menjadi 16 Volt sesuai kebutuhan RFID. Tegangan 220V akan di ubah menjadi 16V kemudian akan disuplaikan ke RFID melalui port power (H). Setelah diberi catu daya maka RFID secara otomatis akan bekerja pada frekuensi 13,56 MHz.
Invensi ini memiliki perbedaan yang sangat mencolok dibandingkan dengan invensi sebelumnya, yaitu alat pemindai ini dapat membaca tag dari berbagai arah dengan jangkauan 30 cm tanpa harus sejajar antara readerdengan tag, display yang digunakan untuk menampilkan informasi hasil pindai menggunakan Box Display LCD Light 16 x 2 Char dan untuk mensuplai tegangan menggunakan catu daya 3A 16V serta untuk komunikasi data dengan database point of sales menggunakan serial port RS232 female.

Publikasi Lain :
http://hariansemarangeducation.blogspot.com/2012/04/udinus-kembangkan-pengganti-barcode.html
http://simlitabmas.dikti.go.id/fileUpload/pengumuman/Lampiran-SK-UBER-HKI-2013-rev.pdf

LINK LAIN :
http://dinus.ac.id/

Info selengkapnya : Rindra Yusianto HP. 085740650190 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *